Akhirnya ngeposting juga fufuuufu -,----
Udah lama wei gue ga ngepost, udah berapa lama ya?
Hem yg pasti belum lama-lama amat deh kayanya hehehe. Besok tanggal 1 Maret dan gue suka bulan Maret ihiy. Secara ulang tahun gue bulan maret gituye dan menurut gue bulan maret itu cantik ga tau kenapa kesan bulan maret itu cantik buat gue hehehe.
Hem udah 1bulan lebih gue gabung diconscience. Suatu komunitas sosial dimana kita bantu orang-orang yg butuh bantuan kita dengan cara kita cari dana sebisa kita. Tapi mungkin setelah ini gue bakal bantu dari belakang aja, karena gue yg emang tipe sakit-sakitan dan gue juga mau ub. Haaaah, ini udah jalan satu-satunya biar gue tetep balance antara sekolah, keluarga, kehidupan gue dan sosial.
Gue seneng bisa gabung disini bisa bantu mereka semampu gue.
.........................
Maaf buat yg kesel atau ngomongin saya dibelakang karna saya jarang ga dateng akhir-akhir ini, tapi ya saya punya alesan yg pasti bukan dibuat-buat. Udah kebal lah saya sama semua komentar 'anda' yang suka banget ngomentarin orang tanpa mau ngeliat gimana diri anda sendiri yg ngebuat orang lain sering berkomentar ttg anda.
Kata yang cukup bijak din tanpa harus teriak-teriak, emosi, ngeluarin urat sana-sini. Tapi cukup buat dia berkaca siapa dia dan bagaimana dia. Good!
Next --->
Gue lagi mau irit dan harus irit. Ya tapi bukannya pelit, cuma lebih berhemat dan mulai memprioritaskan mana yg lebih pentin dan harus diduluin. Karena gue aslinya bukan tipe orang yg boros, jadi buat hemat bukan sesuatu yang terlalu sulit buat gue. Tapi sesuatu yang harus mulai gue coba, kalau misalkan suatu saat nanti gue harus belajar memanage keuangan gue sendiri. Dan itu pasti, karna gue bakalan jadi ibu rumah tangga (apasih) hehehe.
Now, gue lagi ngebantu orang tua gue sedikit demi sedikit dengan cara berhemat gue. Buat segala hal yang penting dan sangat sangat sangat gue dan keluarga gue butuh kan. Yeah, doain ya =)
Sebentar lagi umur gue 17 tahun. Ihiy asik udah punya KTP, udah bisa bawa mobil sendiri (kapaaaaaan?? Ga ada yg ngajarin sih :'()
Sumpah demi deh ya gue mupeng banget bisa cepet nyetir sendiri. Tapi sayangnya ga ada yg ngajarin, bokap aja ga sempet walaupun hari libur sedikit pun :''''''(
Sedih benerrrrrrrrrr.
..............
Gue sama sekali ga punya planning yg spesial buat sweet seventeen gue dan gue juga ga mau ada acara yg terlalu heboh. Bukan kebiasaan keluarga gue sih ya, gue lebih suka sesuatu yg simple tapi nunjukin suatu kebersamaan.
Semoga diumur 17 tahun ini gue bisa tambah dewasa, ngebahagiain mama papa, bisa ngewujudin impian keluarga gue dan banyak banget lainnya yang ga bisa gue sebutin satu persatu.
Pacar --->
Alhamdulillah gue sama adit baik-baik aja sampe detik ini dan kita udah 1 tahun 2 bulan lho hihihi. Semoga adem ayem aja sama adit dan gue ga ngomel-ngomel mulu sama dia hehe.
((Semoga Allah ngabulin semua permintaan gue, Amin))
Minggu, 28 Februari 2010
Selasa, 09 Februari 2010
Surat Termanis Untuk Ayah
Ayah, tak ada yang aku bedakan antara dirimu dan ibu
Aku menyayangi kalian tanpa perbandingan, tanpa ukuran dan tanpa takaran
Ayah kau sangat berbeda dengan ibu mungkin karna peran kalian juga berbeda
Tapi aku bangga mempunyai seorang ayah seperti ayah
Ayah terlalu pandai menyimpan semua perasaan ayah
Tak pernah ku melihat ayah menangis dihadapan ku walau dada mu sungguh sesak
Tak pernah ku melihat kau takut walau dirimu sangat takut tidak sanggup menjaga kami
Ayah hanya dirimu dan ibu yang mengetahui bagaimana anak-anak mu
Bagaimana aku kecil hingga dewasa
Bagaimana aku membuat mu tertawa karna tingkah ku yang lucu hingga membuat mu menangis karna kenakalan ku
Aku bangga mempunyai kalian, ayah ibu
Aku tak akan pernah lelah memberikan senyuman ku untuk kalian
Memberikan seluruh tenaga ku untuk membuat kalian bahagia dan bangga terhadapku
Dan menjadi anak yang soleh seperti doa-doa kalian dikala kalian selesai sholat
Jadi kan aku anak yang berbakti kepadamu ayah, ibu
Aku menyayangi kalian tanpa perbandingan, tanpa ukuran dan tanpa takaran
Ayah kau sangat berbeda dengan ibu mungkin karna peran kalian juga berbeda
Tapi aku bangga mempunyai seorang ayah seperti ayah
Ayah terlalu pandai menyimpan semua perasaan ayah
Tak pernah ku melihat ayah menangis dihadapan ku walau dada mu sungguh sesak
Tak pernah ku melihat kau takut walau dirimu sangat takut tidak sanggup menjaga kami
Ayah hanya dirimu dan ibu yang mengetahui bagaimana anak-anak mu
Bagaimana aku kecil hingga dewasa
Bagaimana aku membuat mu tertawa karna tingkah ku yang lucu hingga membuat mu menangis karna kenakalan ku
Aku bangga mempunyai kalian, ayah ibu
Aku tak akan pernah lelah memberikan senyuman ku untuk kalian
Memberikan seluruh tenaga ku untuk membuat kalian bahagia dan bangga terhadapku
Dan menjadi anak yang soleh seperti doa-doa kalian dikala kalian selesai sholat
Jadi kan aku anak yang berbakti kepadamu ayah, ibu
Alasan ku
Rapi dan masih tersimpan.
Itu yang teringat selampau 3 tahun kau menjadi pengisi relung yang tak kau sentuh.
Menjadi alasan ku tetap disini walau dalam 4 musim yang berbeda.
Menjadi kekuatan ku untuk menunggu dalam 36 bulan berganti.
Jika lelah yang kau tanyakan, tidak sedikit kesungguhan ku untuk tetap menggenggam mu seutuhnya.
Tetap memiliki mu dalam kelemahan ku, tetap menjaga mu dalam kepahitan ku.
Beri waktu untuk mu mengenal rasa ini.
Rasa yang tak biasa bagi ku namun tak ada arti bagimu................. mungkin.
Mengenal mu akan hati ku, akan maksud ku.
Mencintaimu dengan segenap peluh dihidup ku.
Menyayangi mu dengan seringai kebahagiaan disetiap detik gerakan bibir ku tentang mu.
3 tahun berganti dengan ketukan hati mu untuk ku.
Kini ku tertidur pulas tanpa mimpi namun dalam dekap mu.
Itu yang teringat selampau 3 tahun kau menjadi pengisi relung yang tak kau sentuh.
Menjadi alasan ku tetap disini walau dalam 4 musim yang berbeda.
Menjadi kekuatan ku untuk menunggu dalam 36 bulan berganti.
Jika lelah yang kau tanyakan, tidak sedikit kesungguhan ku untuk tetap menggenggam mu seutuhnya.
Tetap memiliki mu dalam kelemahan ku, tetap menjaga mu dalam kepahitan ku.
Beri waktu untuk mu mengenal rasa ini.
Rasa yang tak biasa bagi ku namun tak ada arti bagimu................. mungkin.
Mengenal mu akan hati ku, akan maksud ku.
Mencintaimu dengan segenap peluh dihidup ku.
Menyayangi mu dengan seringai kebahagiaan disetiap detik gerakan bibir ku tentang mu.
3 tahun berganti dengan ketukan hati mu untuk ku.
Kini ku tertidur pulas tanpa mimpi namun dalam dekap mu.
Selasa, 02 Februari 2010
PEMIKIRAN BERDASARKAN PROSES KEHIDUPAN
Heeeeeeeeeeeeem hari ini gue kayanya ga kemana-mana. Cuma diem dirumah dan ngebaca buku yang lagi gue baca tapi belum selesai hehehe. Sebenernya sih gue bukan tipe orang yang suka banget baca dan juga bukan tipe orang yang suka banget nulis. Tapi gue hanya menyalurkan apa yang gue inginin sekarang. Kalau gue pingin baca ya gue baca dan kalau gue pingin nulis ya gue nulis seperti sekarang ini. Gue bukan tipe orang yang ribet untuk ngelihat gimana hidup gue dan gue sangat bersyukur dengan apa yang Allah kasih ke gue sekarang ini. Kita tahu bagaimana kehidupan dan bagaimana rasanya hidup. Setiap orang pasti mempunyai masalah dalam hidup mereka, mempunyai rintangan masing-masing walaupun semua itu dalam frekuensi yang berbeda. Banyak orang yang merasa kalau mereka tidak mampu bahkan tidak sanggup untuk meneruskan hidup mereka. Atas dasar apa mereka berfikir seperti itu? Berhak kah mereka berfikir seperti itu? Ya ! Mereka berhak untuk berfikir seperti itu tapi tidak untuk menjudge bahwa hanya sampai sini lah hidup mereka. Tuhan telah menulis suatu cerita untuk setiap umat-umatnya dan semua akan ada akhirnya seperti apa yang telah Tuhan tulis kepada setiap umatnya tetapi itu semua kembali kepada diri kita masing-masing bagaimana kita menghadapi masalah itu. Begitu banyaknya masalah yang mereka rasakan membuat mereka seakan-akan merasa bahwa Tuhan tidak mencintai mereka seperti orang-orang yang menurut mereka telah cukup untuk hidup mereka. Mereka salah! Tahu kenapa? Coba Tanya pada diri kalian masing-masing apakah kalian pernah berdoa dengan segenap hati kalian karena rasa cinta kalian kepada Tuhan kalian? Pernah kah kalian bersyukur pada tiap detik hembusan nafas kalian? Pernah kah kalian menikmati hidup kalian dengan rasa syukur? Besarkanlah rasa syukur kalian terhadap Tuhan kalian dan kalian akan merasakan nikmat yang begitu besar dibalik setiap permasalahan kalian. Banyak kita lihat ditelevisi orang-orang yang mengakhiri hidup mereka dengan cara-cara yang tragis. Pasti kita bertanya-tanya, kenapa mereka melakukan hal itu? Tanpa dijawabpun pasti kalian tahu. Keputusasaanlah yang membuat mereka seperti ini. Dari manakah keputusasaan itu berasal? Dari diri sendiri . Mereka yang membuat keputusasaan itu hadir dalam hati, pikiran dan tiap tingkah laku mereka. Hati sesuatu yang sangat peka dengan diri kita, apa yang kita rasakan hati kita pun merasakannya dan tidak untuk apa yang kita lakukan. Kenapa? Apakah disaat dan setiap kita cemburu dengan pasangan kita masing-masing kita harus selalu menunjukkan kalau kita cemburu? Dan apakah disaat kita marah dengan seseorang kita harus menunjukkan kalau kita marah ataupun tidak suka dengan orang tersebut? Tidak! Tidak seharusnya kita melakukan hal tersebut tanpa ada pemikiran sebelumnya. Disinilah mengapa Tuhan memberikan kita kemampuan untuk berfikir. Tuhan ingin kita menelaah terlebih dahulu apa yang kita rasakan sebelum kita mengeluarkan rasa tersebut kepermukaan. Tidak semua rasa yang menggebu-gebu harus kita tunjukkan karena akan menimbulkan sesuatu yang mungkin akan berdampak buruk tetapi tidak menutup kemungkinan untuk berdampak baik. Dan jikalau kita tetap ingin menunjukkan rasa itu kepermukaan bukan berarti kita harus menunjukkan rasa tersebut dengan cara semau kita tanpa melihat tanggapan orang yang ada disekitar kita nantinya. Keluarkanlah rasa itu dengan cara yang baik dan pengucapan yang baik agar orang lain dapat menerima apa yang kita paparkan dengan baik pula. Itulah alasan mengapa kita harus bersikap dan berfikir positif pada setiap pemikiran, tingkah laku, dan apa yang kita rasakan. Ini hanya berdasarkan suatu pemikiran, yang kita lihat kebanyakan orang didunia ini berfikir seperti apa yang dipaparkan diatas tanpa mencoba untuk berfikir positif pada setiap hidup dan masalah mereka. Walaupun tidak semua orang berfikir sama seperti mereka, tapi kembali keawal bahwa ini hanya lah suatu pemikiran yang kemudian ditulis untuk menjadi suatu motivasi bagi setiap orang bahwa banyak cara yang baik untuk melihat, menganalisa, dan menghadapi setiap masalah yang ada dihidup kita. Tuhan memberi setiap masalah pasti ada suatu alasan dibalik itu semua dan kita lah yang berkewajiban menjawab dan menyelesaikan masalah itu dan berkata; Terimakasih Tuhan, Kau masih mempercayaiku merasakan hidup ini dan tetap dekat dengan-Mu walau dengan cara yang berbeda. Dan apabila ini salah satu cara yang Kau maksud sungguh aku ikhlas.
Note:
Setiap orang mempunyai persepsi yang berbeda. Dan ini hanyalah berdasarkan pemikiran seorang anak manusia yang masih sangatlah banyak kekurangan dalam menelaah setiap proses dalam hidupnya.
Note:
Setiap orang mempunyai persepsi yang berbeda. Dan ini hanyalah berdasarkan pemikiran seorang anak manusia yang masih sangatlah banyak kekurangan dalam menelaah setiap proses dalam hidupnya.
Allah pasti mempunyai maksud mempertemukan gue dengan mereka
Gue orang yang biasa, sangatlah biasa. Gue suka ngeliat orang lain senang, ngeliat mereka tersenyum walaupun dibalik senyuman itu mereka selalu menutupi setiap inci luka dihidup mereka. Ga tau kenapa gue seneng denger mereka cerita tentang masalah mereka ke gue. Minta saran dan pendapat gue. Gue seneng karena gue bisa bantu mereka dengan semangat yang gue punya untuk bangunin mereka sedikit demi sedikit dari mimpi buruk mereka. Gue ga pernah ngerasa bosen setiap ngedenger curhatan mereka tentang apapun yang pengen mereka ceritain, gue selalu coba se-care mungkin sama mereka biar mereka ga ngerasa sendiri disaat mereka ngerasa semua orang ninggalin mereka. Gue bukannya sok untuk bantu mereka, tapi ya ini apa kata hati gue. Gue suka bantu mereka! Dan gue harus bantu mereka!! Itu yang hati gue bilang ke gue.
Sekarang ini ga sedikit temen-temen gue yang cerita ke gue tentang masalah mereka yang menurut gue itu sangatlah kompleks dan mungkin kalau gue ada dipiosisi mereka gue ga tau bisa atau ga jalanin apa yang mereka rasain sekarang. Mulai dari masalah sama keluarga, temen, sekolah dan orang yang mereka sayangi sekalipun. Gue selalu denger setiap inci kata-kata yang mereka keluarin untuk ngungkapin seberapa ketidak berdayaan mereka menjalani hidup mereka sekarang. Pernah gue kehabisan kata-kata untuk nyemangatin mereka. Tapi gue ga pernah mau kehabisan cara untuk ngebuat mereka bangkit. Mulai dari ga biarin mereka sendirian, sebisa mungkin gue ada disaat mereka butuh gue dan siap jadi punggung dan bahu disetiap mereka nangis. Mungkin itu alasan gue ga mau pacaran dulu dan mutusin cowo gue. Tapi setelah gue pikir-pikir gue ga boleh egois dan gue ga mau ngebuat cowo gue down. Tapi gue suka dengan kewajiban gue ini, mungkin bakal sedikit bingung kenapa gue nyebut ini semua kewajiban. Hem mungkin karena gue ngerasa mereka semua saudara gue dan gue harus bantu mereka. Dan gue ngerasa ini dunia gue dimana gue harus jadi penompang buat mereka dan gue sama sekali ga ngerasa kebeban dengan kewajiban gue ini. Gue pernah pengen banget nangis disaat temen gue cerita tentang masalahnya, gue sedih. Itu alesan gue kenapa gue ga mau biarin mereka sendiri. Gue dikasih Kuping, Mata, telinga dan Mulut bukan untuk disia-siain. Allah nitip itu semua kegue buat gue jaga dan gue manfaatin untuk bantu mereka semampu gue. Cuma itu yang bisa gue lakuin untuk mereka. Dan sampai detik ini gue bersyukur karena apa yang Allah kasih ke gue sangatlah bermanfaat. Itu yang bikin gue ga berenti bersyukur sama apa yang udah Allah kasih ke gue, sekecil apapun itu. Gue cuma mau mencoba menikmati dari setiap inci yang Allah kasih ke gue dengan rasa syukur. Dan gue tau Allah mempertemukan gue dengan mereka tidak tanpa maksud =)
Sekarang ini ga sedikit temen-temen gue yang cerita ke gue tentang masalah mereka yang menurut gue itu sangatlah kompleks dan mungkin kalau gue ada dipiosisi mereka gue ga tau bisa atau ga jalanin apa yang mereka rasain sekarang. Mulai dari masalah sama keluarga, temen, sekolah dan orang yang mereka sayangi sekalipun. Gue selalu denger setiap inci kata-kata yang mereka keluarin untuk ngungkapin seberapa ketidak berdayaan mereka menjalani hidup mereka sekarang. Pernah gue kehabisan kata-kata untuk nyemangatin mereka. Tapi gue ga pernah mau kehabisan cara untuk ngebuat mereka bangkit. Mulai dari ga biarin mereka sendirian, sebisa mungkin gue ada disaat mereka butuh gue dan siap jadi punggung dan bahu disetiap mereka nangis. Mungkin itu alasan gue ga mau pacaran dulu dan mutusin cowo gue. Tapi setelah gue pikir-pikir gue ga boleh egois dan gue ga mau ngebuat cowo gue down. Tapi gue suka dengan kewajiban gue ini, mungkin bakal sedikit bingung kenapa gue nyebut ini semua kewajiban. Hem mungkin karena gue ngerasa mereka semua saudara gue dan gue harus bantu mereka. Dan gue ngerasa ini dunia gue dimana gue harus jadi penompang buat mereka dan gue sama sekali ga ngerasa kebeban dengan kewajiban gue ini. Gue pernah pengen banget nangis disaat temen gue cerita tentang masalahnya, gue sedih. Itu alesan gue kenapa gue ga mau biarin mereka sendiri. Gue dikasih Kuping, Mata, telinga dan Mulut bukan untuk disia-siain. Allah nitip itu semua kegue buat gue jaga dan gue manfaatin untuk bantu mereka semampu gue. Cuma itu yang bisa gue lakuin untuk mereka. Dan sampai detik ini gue bersyukur karena apa yang Allah kasih ke gue sangatlah bermanfaat. Itu yang bikin gue ga berenti bersyukur sama apa yang udah Allah kasih ke gue, sekecil apapun itu. Gue cuma mau mencoba menikmati dari setiap inci yang Allah kasih ke gue dengan rasa syukur. Dan gue tau Allah mempertemukan gue dengan mereka tidak tanpa maksud =)
