Pages

Selasa, 02 Februari 2010

PEMIKIRAN BERDASARKAN PROSES KEHIDUPAN

Heeeeeeeeeeeeem hari ini gue kayanya ga kemana-mana. Cuma diem dirumah dan ngebaca buku yang lagi gue baca tapi belum selesai hehehe. Sebenernya sih gue bukan tipe orang yang suka banget baca dan juga bukan tipe orang yang suka banget nulis. Tapi gue hanya menyalurkan apa yang gue inginin sekarang. Kalau gue pingin baca ya gue baca dan kalau gue pingin nulis ya gue nulis seperti sekarang ini. Gue bukan tipe orang yang ribet untuk ngelihat gimana hidup gue dan gue sangat bersyukur dengan apa yang Allah kasih ke gue sekarang ini. Kita tahu bagaimana kehidupan dan bagaimana rasanya hidup. Setiap orang pasti mempunyai masalah dalam hidup mereka, mempunyai rintangan masing-masing walaupun semua itu dalam frekuensi yang berbeda. Banyak orang yang merasa kalau mereka tidak mampu bahkan tidak sanggup untuk meneruskan hidup mereka. Atas dasar apa mereka berfikir seperti itu? Berhak kah mereka berfikir seperti itu? Ya ! Mereka berhak untuk berfikir seperti itu tapi tidak untuk menjudge bahwa hanya sampai sini lah hidup mereka. Tuhan telah menulis suatu cerita untuk setiap umat-umatnya dan semua akan ada akhirnya seperti apa yang telah Tuhan tulis kepada setiap umatnya tetapi itu semua kembali kepada diri kita masing-masing bagaimana kita menghadapi masalah itu. Begitu banyaknya masalah yang mereka rasakan membuat mereka seakan-akan merasa bahwa Tuhan tidak mencintai mereka seperti orang-orang yang menurut mereka telah cukup untuk hidup mereka. Mereka salah! Tahu kenapa? Coba Tanya pada diri kalian masing-masing apakah kalian pernah berdoa dengan segenap hati kalian karena rasa cinta kalian kepada Tuhan kalian? Pernah kah kalian bersyukur pada tiap detik hembusan nafas kalian? Pernah kah kalian menikmati hidup kalian dengan rasa syukur? Besarkanlah rasa syukur kalian terhadap Tuhan kalian dan kalian akan merasakan nikmat yang begitu besar dibalik setiap permasalahan kalian. Banyak kita lihat ditelevisi orang-orang yang mengakhiri hidup mereka dengan cara-cara yang tragis. Pasti kita bertanya-tanya, kenapa mereka melakukan hal itu? Tanpa dijawabpun pasti kalian tahu. Keputusasaanlah yang membuat mereka seperti ini. Dari manakah keputusasaan itu berasal? Dari diri sendiri . Mereka yang membuat keputusasaan itu hadir dalam hati, pikiran dan tiap tingkah laku mereka. Hati sesuatu yang sangat peka dengan diri kita, apa yang kita rasakan hati kita pun merasakannya dan tidak untuk apa yang kita lakukan. Kenapa? Apakah disaat dan setiap kita cemburu dengan pasangan kita masing-masing kita harus selalu menunjukkan kalau kita cemburu? Dan apakah disaat kita marah dengan seseorang kita harus menunjukkan kalau kita marah ataupun tidak suka dengan orang tersebut? Tidak! Tidak seharusnya kita melakukan hal tersebut tanpa ada pemikiran sebelumnya. Disinilah mengapa Tuhan memberikan kita kemampuan untuk berfikir. Tuhan ingin kita menelaah terlebih dahulu apa yang kita rasakan sebelum kita mengeluarkan rasa tersebut kepermukaan. Tidak semua rasa yang menggebu-gebu harus kita tunjukkan karena akan menimbulkan sesuatu yang mungkin akan berdampak buruk tetapi tidak menutup kemungkinan untuk berdampak baik. Dan jikalau kita tetap ingin menunjukkan rasa itu kepermukaan bukan berarti kita harus menunjukkan rasa tersebut dengan cara semau kita tanpa melihat tanggapan orang yang ada disekitar kita nantinya. Keluarkanlah rasa itu dengan cara yang baik dan pengucapan yang baik agar orang lain dapat menerima apa yang kita paparkan dengan baik pula. Itulah alasan mengapa kita harus bersikap dan berfikir positif pada setiap pemikiran, tingkah laku, dan apa yang kita rasakan. Ini hanya berdasarkan suatu pemikiran, yang kita lihat kebanyakan orang didunia ini berfikir seperti apa yang dipaparkan diatas tanpa mencoba untuk berfikir positif pada setiap hidup dan masalah mereka. Walaupun tidak semua orang berfikir sama seperti mereka, tapi kembali keawal bahwa ini hanya lah suatu pemikiran yang kemudian ditulis untuk menjadi suatu motivasi bagi setiap orang bahwa banyak cara yang baik untuk melihat, menganalisa, dan menghadapi setiap masalah yang ada dihidup kita. Tuhan memberi setiap masalah pasti ada suatu alasan dibalik itu semua dan kita lah yang berkewajiban menjawab dan menyelesaikan masalah itu dan berkata; Terimakasih Tuhan, Kau masih mempercayaiku merasakan hidup ini dan tetap dekat dengan-Mu walau dengan cara yang berbeda. Dan apabila ini salah satu cara yang Kau maksud sungguh aku ikhlas.

Note:
Setiap orang mempunyai persepsi yang berbeda. Dan ini hanyalah berdasarkan pemikiran seorang anak manusia yang masih sangatlah banyak kekurangan dalam menelaah setiap proses dalam hidupnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar